Selasa, 27 Februari 2018

satuan acara pembelajaran



SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP)

Mata Kuliah                : Praktik Klinik Kebidanan V
Hari/Tanggal               : Jum’at, 23 Februari 2018
Topik Bahasan            : Bedside Teaching
Topik                           : Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas
Sub Topik                    :
1.    Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas
2.    Vulva Hygiene dan Periksa Dalam
Sasaran                        : Mahasiswa PKK III 
Tempat                        : RS           





 


A.           TUJUAN PEMBELAJARAN
1.             Tujuan Umum
Setelah dilakukan pemberlajaran dengan metode bedside teaching (BST), diharapkan mahasiswa PKK III dapat memeahami dan mengaplikasikan cara vulva hygiene dan periksa dalam dengan benar dan memberika asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan baik.
2.             Tujuan Khusus
Setelah diberikan pembelajaran melalui bedside teaching mahasiswa PKK III mampu:
a.             Menjelaskan dan memahami langkah-langkah yang akan dilakukan dalam proses belajar pada PKK III dan PKK V.
b.             Mampu menjelaskan asukan kebidanan pada masa nifas

B.            POKOK BAHASAN
1.             Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas
2.             Vulva Higyene dan Periksa Dalam
a.       Pengertian
b.      Tujuan vulva hygiene
c.       Persiapan alat dan bahan
d.      Pelaksaan vulva hygiene
e.       Indikator

C.           KEGIATAN PEMBELAJARAN
Komponen Langkah
Uraian Kegiatan
Evaluasi pasien dan tindakan
Metode
Estimasi Waktu
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
1.    Melakukan pembukaan dan Persiapan
2.      Melakukan salam sapa
3.      Menjelaskan tujuan
4.      Melakukan informed consent
5.      Menyiapkan alat dan bahan
Menjawab salam
Ibu mengerti
Ibu setuju
Alat dan bahan siap
Diskusi
5 menit
1.       2. Pelaksanaan
Melakukan vulva higyene dan periksa dalam
Memberikan asuhan kebidanan pada ibu nifas
Vulva  hygiene  telah dilakukan
Asuhan telah diberikan
Praktek dan diskusi
15 menit
2.       3. Penutup

1.      Memberi salam sapa bahwa tindakan sudah selesai
2.      Memberikan evaluasi kepada pasien
Menjawab salam

Pasien mengerti
Diskusi
5        menit
D.           METODE / STRATEGI
a.              Diskusi
b.             Tanya jawab
c.              Demontrasi
d.             Keterampilan praktik vulva hygiene
e.              Konseling asuhan kebidanan ibu nifas

E.            MEDIA
1.             Lembar SAP
2.             Lembar rating scale
3.             Alat dan bahan vulva hygiene
F.            EVALUASI
1.             Pasien setuju untuk dilakukan vulva hygiene dan periksa dalam
2.             Pasien mengetahui dan faham tentang pentingnya menjaga kebersihan genetalia
3.             Pasien mengetahui dan faham tnetang kebutuhan masa nifas

G.           REFERENSI
1.             Sitorus Anidanta .2013. Vulva Hygiene dalam https://www.scribd.com/doc/127546025/leaflet-vulva-hygiene [Diakses Tanggal 22 Februari 2018]
2.             Allifiani. 2015. Vulva hyguiene dalam https://www.scribd.com/document/293607201/Vulva-Hygiene [Diakses Tanggal 22 Februari 2018]
3.             Nasution Dela. PA. 2018. SOP Vulva Hygiene dalam Artiel Subscribe. Dalam https://www.scribd.com/document/356386082/Sop-Vulva-Hygiene [Diakses Tanggal 21 Februari 2018]
4.             Kemenkes RI. ____. Buku Kesehatan Ibu Dan Anak. Jakarta. Bakti Husada. Hal. 13&17

H.           LAMPIRAN MATERI
1.             Vulva Hygiene
a.         Pengertian
Vulva hygiene adalahmembersihkan vulva dan daerahsekitarnya pada pasien wanita yangsedang nifas atau tidak dapatmelakukannya sendiri

b.        Tujuan
a.         Untuk mencegah infeksi
b.        Untuk menyembuhkan luka perineum
c.         Untuk menjaga kebersihan perineum dan memberikan rasa nyaman
c.         Alat dan bahan yang gigunakan meliputi:
1)        Larutan NaCL0,9%
2)        Betadine
3)        Kapas sterill
4)        Set vulva gygiene steril berupa 2 kom, 2 klem, dan kasa
5)        Sarung tangan steril
6)        Bengkok
7)        Korentang
8)        Perlak
9)        Selimut
10)    Tempat sampah medis
d.        Pelaksanaan yang dulakukan meliputi:1
1)        Mencuci tangan sesuai dengan prosedur, keringkan dengan menggunakan handuk
2)        Memasang selimut
3)        Mengatur posisi pasien dengan dorsal recumbent
4)        Memasang perlak dan alas dibawah bokong
5)        Gunakan handscoen
6)        Membuka vulva dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk, kemudian membersihkan mulai dari bagian labia mayora, labia minora, vestibulum, perineum sampai anus. (bersihkan dari arah atas kebawah dengan menggunakan 1 kapas untuk 1 kali usap)
7)        Melakukan pemeriksaan dalam untuk mengetahui darah yang keluar
8)        Jika ada luka perineum perhatikan jahitannya, dan tutup dengan menggunakan kassa yang diberi betadine
9)        Pakaikan celana dalam dan pembalut
10)    Merapihkan peralatan kedalam klorin
11)    Mencuci tangan sesuai dengan prosedur, kemudian keringkan
12)    Memberikan kesempatan pada ibu untuk menanyakan hal yang  belum dimengerti
e.         Indikator
1)             Vulva hygiene dilakuka secara benar dan hasil pemeriksaan bisa dilihat/disimpulkan
2)             Keterampilan dapat dilaksanakan secara sistematis tanpa bantuan dan tepat

2.             Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas
Asuhan yang diberikan pada ibu nifas adalah sebagi berikut:5
a.         Menganjurkan ibu makan makan yang beraneka ragam yang mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur-sayuran hijau, dan buah-buahan.
b.        Untuk memenuhi kebutuhan cairan yaitu minum air putih 14 gelas sehari pada 6 bulan pertama pada ibu menyusui dan 12 gelas sehari pada 6 bulan kedua pada ibu menyusui.
c.         Menjaga kebersihan diri, termasuk kebersihan daerahkemaluan, ganti pembalut sesring mungkin
d.        Istiraahat yang cukup seperti tidur siang 1-2 jam, malam 8-9 jam, dan atau saat bayi tertidur ibu istirahat
e.         Bagi ibu yang melahirkandengan cara operasi caesar makan harus menjaga kebersihan luka bekas operasi
f.         Menyusui dengan benar dan memberi ASI saja sleama 6 bulan
g.        Memberikan ASI Ssetiap 2 jam sekali dan apabila bayi tertidur bayi dibangunkan untuk menyusui dan disendawakan setelah memberikan ASI
h.        Melakukan perawatan bayi dengan benar, apabila tali pusat masih basah atau belum copot, maka tidak boleh diberikan apapun dan ditutup dengan apapun untuk mencegah terkena infeksi
i.          Melakukan stimulasi sedini mungkin untuk berkomunikasi dengan bayi bersama suami dan keluarga
j.          Menganjurkan ibu untuk konsultasi kepada pelayanan kesehatan terdekat mengenai pelaynan KB setelah persalinan
k.        Menganjurkan ibu untuk menjemur bayi kurang lebih 15-30 menit sebelum jam 09 pagi
l.          Menjelaskan tanda bahaya pada masa nifas meliputi perdarahan lewat jalan lahir yang seharusnya sudah berhenti; keluar cairan berbau dari jalan lahir; bengkak pada wajah, kaki, dan tangan atau sakit kepala dan kejang; demam lebih dari 2 hari; payudara bengkak, merah dan terasa sakit; dan ibu bersedih, murung dan menangis tanpa sebab (depresi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar